Negeriku tercinta…

 

Ini tentang negeriku tercinta, Indonesia.

Kemarin lusa, hampir 1 jam lamanya, aku mengantri untuk membeli bahan bakar Motor yang jumlahnya semakin tipis di Kota tempatku berada. Suasana ini kemudian membawaku pada memori 1998 lalu saat krisis terjadi di mana-mana di setiap negara. Saat itu, untuk mendapatkan 1 liter minyak tanah yang dipakai Ummyku memasak, aku harus berjalan kurang lebih 1-1,5 km menyusuri kampung mencari penjual yang masih punya stok minyak tersebut.

Konon seenarnya, Bontang sendiri, merupakan pengekspor gas cair tebesar di Indonesia. Tapi, entah mengapa permasalahan langkanya bahan bakar untuk kendaraan seringkali terjadi di sana. Dan, kali ini terjadi juga di tempat rantauku bekerja.

Akhir-akhir ini, negeriku tercinta banyak sekali diributkan oleh permasalahan kecil yang kemudian meraibkan rasa damai dan tentram yang dulu pernah ada.

Malam tadi, menanggapi keherananku yang hanya ku simpan dalam batin selama ini, Pak Siswanto, yang juga menjabat sebagai ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur menyinggung dalam ceramahnya.

“Hilangnya keberkahan dalam tiga hal baik dalam hal waktu, keturunan dan rizqi, disebabkan oleh banyaknya dosa.”

“Dosa adalah apa yang membuat hatimu bimbang, nafasmu tidak teratur, dan kamu tidak suka orang lain mengetahuinya.”

Ibnu Qayyim Al Jauzi pernah menyampaikan akibat dari dosa:

  1. Dosa membuat pelakunya mengalami pelemahan rasa keagungan terhadap Allah SWT. Pendosa seringkali menjadi malas untuk mengaji, Shalat, dan Dzikrullah, yang konon merupakan salah satu bentuk pengagungan kita kepada Allah SWT.
  2. Dosa itu dapat menghilangkan rasa MALU, yakni rasa MALU yang muncul saat kita melakukan dosa.
  3. Dosa itu dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa cemburu, misalnya menghilangkan cemburunya suami ketika melihat istrinya bersalaman dengan orang lain yang bukan mahramnya.
  4. Dosa itu menghilangkan Ihsan. Ihsan memiliki makna mengambil hak lebih sedikit dari semestinya,menunaikan kewajiban lebih banyak dari semestinya.
  5. Dosa itu mengubah atau menghilangkan nikmat menjadi bencana atau derita

Sampai pada poin yang ke-5, Pak Siswanto menyebutkan bahwa kondisi ini sama dengan yang terjadi dengan Indonesia saat ini. Sama seperti yang Allah telah sebutkan di Qs. Annahl : 112 bahwa negeri yang dulunya terntram, aman, namun pendudknya mengingkari nikmat Allah, maka Allah menimpakan bencana berupa kelaparan dan ketakutan.

Bukankah itu benar kawan? tidakkah engkau merasa kita telah kehilangan Negeri Indonesia yang begitu damai. Banyaklah muncul kerusuhan-kerusuhan, keributan kecil yang menjadi besar karena media yang terus memprovokasi masing2 pihak untuk saling berseteru, bahkan kita hampir kehilangan nikmatnya “Bhinneka Tunggal Ika”. Miris.

Pak Sis sempat menyinggung gambaran Negeri kita di masa dulu yang sempat dibawakan oleh Koes Ploes. Berikut liriknya (http://lirik.kapanlagi.com/artis/koes-plus/kolam-susu/):

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jalan cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupmu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkah kayu dan batu jadi tanaman

Yah…. kami sangat merindu kedamaian. Menjadi masyarakat cerdas, saat ini, itulah yang bisa kita lakukan. Mengurangi dosa dan terus berdo’a yang terbaik, itulah yang bisa kita lakukan sebagai warga.

Wallahu a’lam Bishshowab.

KUI STIKES Muda Samarinda

18 Rabi’ul Awwal 1438 H/ DEc, 18th, 2016, 09.48 PM

 

Advertisements

3 thoughts on “Negeriku tercinta…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s